Subscribe Twitter Facebook

12 Desember 2015

“SEBLAK CENGHAR”, Idola Baru di Kalangan Mahasiswa

Siapa yang belum tahu apa itu seblak? Siapa yang belum tahu tempat-tempat jajanan seblak? Ayo, ngaku! Kalau ada yang belum tahu, Jamurama mau kasih info soal seblak, nih~

       Kita bahas dari asal-usulnya dulu, yuk! Seblak memiliki arti ‘nyeblak’ dalam bahasa Sunda atau ‘menyengat’ dalam bahasa Indonesia. Seblak merupakan makanan ringan yang terbuat dari aneka kerupuk yang ditumis dengan bumbu pedas dan beragam topping seperti ceker, tulang, baso, sayuran, dan lain-lain, sehingga menghasilkan hidangan berkuah yang nikmat dan tentunya memiliki rasa yang pedas. Kalau seblaknya berasal dari Bandung, sudah pasti rasanya enak, deh!
       Nah, belum lama ini seblak sudah semakin banyak bermunculan di sekitar Bandung. Salah satunya, ya, ini: SEBLAK CENGHAR!! Seblak Cenghar” ini terdapat di wilayah Setiabudi, tepatnya di Jl. Raya Setiabudhi dekat kampus ENHAII.
Mengapa namanya “Seblak Cenghar? Lalu, apa sih, yang menarik dari “Seblak Cenghar?
 


       Pertama-tama, arti dari kata ‘cenghar’ itu adalah ‘tercengang’. Jadi, kalau kita makan “Seblak Cenghar”, maka kita akan langsung tercengang dengan rasanya. Serius, deh.
       “Seblak Cenghar terkenal luas karena lezat dan rasa pedasnya yang khas. Nah, sebenarnya, “Seblak Cenghar” yang ada di Setiabudhi ini adalah sebuah cabang. Pusatnya ada di di Jl. Purnawarman (depan BEC). Selain cabang yang ada di Setiabudhi, seblak ini sudah memiliki banyak cabang yang tersebar di sekitar Bandung, lho! Keren, kan? 
       “Aneka seblak yang dijual di sini bermacam-macam, mulai dari seblak kerupuk, seblak campur, seblak somay, seblak kwetiaw, seblak ceker, seblak jamur, seblak tulang, dan seblak makaroni. Namun, yang paling sering diminati adalah seblak campur. Seblak campur itu berisi campuran kerupuk merah, hijau, dan kerupuk somay yang dimasak dengan tumisan bawang, sambal, cikur, dan kuah kaldu sehingga tercipta rasa pedas yang nyeblak,” tutur Bapak Sofyan, sang pemilik gerai “Seblak Cenghar” Setiabudhi. 
       Bahkan kita bisa memesan sendiri semua topping-nya sesuai selera masing-masing. Bagi kalian yang ingin mencoba seblak ini tapi tidak kuat dengan rasa pedas, jangan khawatir! Untuk level kepedasannya bisa diatur sesuai keinginan kita, kok. Ada level sedang, pedas, atau ekstra pedas. 
       Menurutnya, “Seblak Cenghar sangat diminati oleh semua kalangan, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Semua suka seblak, karena saat ini makanan bernuansa pedas sedang digandrungi masyarakat. Namun, yang paling sering datang untuk membeli “Seblak Cenghar umumnya dari kalangan mahasiswa dan anak kost. Kalau mahasiswa dan anak kost banyak yang membeli, itu artinya harganya terjangkau, dong? Iya, pastinya!
       Bapak Sofyan yang berencana akan membuka cabang di daerah Daarul Tauhid ini berharap agar “Seblak Cenghar” semakin diminati oleh semua kalangan, karena seblak merupakan jajanan khas Bandung yang harus dipopulerkan. Tidak hanya di Kota Bandung, tetapi juga hingga ke luar Bandung. 
       Oh, iya! Harga dari berbagai perpaduan seblak di “Seblak Cenghar” ini cocok dengan kantong mahasiswa juga. nih. Cukup merogoh kocek Rp 8.000,00 hingga Rp 12.000,00 untuk mendapatkan seblak yang pedas dan nikmat. Jadi, apakah iman kalian masih kuat dengan godaan rasa pedasnya “Seblak Cenghar”? Buruan coba, deh! Kalau tidak, nanti menyesal, lho~ (ma/sn)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger