Subscribe Twitter Facebook

14 Desember 2015

Makan Baso BTC Ini Dijamin Ketagihan!


Duh, perut sudah mulai berkoar minta diisi~

Makan siang hari ini apa, ya? Makan ini, tidak cocok dengan lidah. Makan itu, rasanya kurang pas. Nah, apa kamu sering bingung seperti itu saat menentukan menu makan siang? Tak perlu khawatir, kawan!
Ada baso ‘Baso Tetelan Ceker’ atau yang biasa dikenal dengan sebutan baso BTC! Baso tersebut adalah baso yang bertempat di jalan Negla Hilir, tepatnya berada di belakang parkiran motor UPI.



Pak Hamzah, atau yang biasa disebut Mas Baso, adalah pemilik dari usaha baso BTC ini. Beliau mengatakan bahwa proses penjualan baso BTC sudah berjalan selama 12 tahun, tetapi pemberian nama ‘BTC’ itu sendiri baru ada sejak 3-4 tahun yang lalu. Wah, sudah agak lama juga, ya? Kereeen!
Oh, iya, kalau kalian khawatir dengan isu-isu baso dengan boraks dan semacamnya, tenang saja! Baso BTC ini dijamin aman dari bahan-bahan kimia seperti itu. Kenapa hayo? Karenaa…basonya dibuat sendiri oleh penjual, tanpa ada campur tangan orang lain sama sekali. Jadi, bisa dipastikan bahwa baso yang satu ini aman untuk dikonsumsi, gengs~
Kalian juga tidak perlu memikirkan jauh atau dekatnya lokasi baso BTC ini, karena baso BTC ini juga punya cabang di Ledeng dan di Gegerkalong, lho! Setiap cabangnya juga terpercaya, karena penjualannya diberi pengawasan dengan aturan, komitmen, serta saling percaya. Jadi, baso-baso yang ada di cabang tersebut juga bisa dipastikan aman.

Kalian mau tahu bagaimana Pak Hamzah memulai usahanya? Nah, jadi begini. Pak Hamzah mengatakan bahwa terdapat suatu paguyuban di mana beliau bisa meminjam modal pertama. Setelah dikasih pinjam, nanti dikembalikan lagi untuk modal orang lain dalam berjualan. Salah satu penyebab Pak Hamzah berjualan baso BTC ini pun karena teman-temannya juga berjualan baso. Beliau jadi mengikuti jejak mereka. Untung saja, Pak Hamzah memiliki keinginan untuk berjualan baso. Kalau tidak, ya baso BTC favorit mahasiswa ini tidak akan ada, ya, kan? Hahaha J

Untuk proses pembuatannya sendiri, baso ini hanya memerlukan bahan-bahan dasar yang sederhana. Antara lain daging sapi serta tepung kanji. “Sederhana saja, kok. Alhamdulillah, tidak ada yang aneh-aneh,” ujar Pak Hamzah sambil tertawa. Menurutnya, keistimewaan dari baso BTC ini juga didukung oleh hadirnya tetelan dan ceker. Untuk kisaran harga, baso BTC ini memiliki harga mulai dari Rp 10.000,00 sampai Rp 14.000,00.

Bagaimana, nih, gengs? Sudah mulai bepikir untuk beli baso BTC ini? Mau beli di cabang yang mana? Ledeng? Gegerkalong? Atau mungkin di pusatnya langsung, di jalan Negla Hilir? Silakan datangi saja lokasinya, langsung pesan dan makan, deh! Hati-hati dengan baso ini, jangan sampai ketagihan! (dsw/rsa)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger