Duh, perut sudah mulai berkoar minta diisi~
Makan siang hari ini apa, ya? Makan ini, tidak cocok
dengan lidah. Makan itu, rasanya kurang pas. Nah, apa kamu sering bingung seperti
itu saat menentukan menu makan siang? Tak perlu khawatir, kawan!
Ada baso ‘Baso Tetelan Ceker’ atau yang biasa dikenal dengan sebutan baso BTC! Baso tersebut adalah baso yang bertempat di jalan
Negla Hilir, tepatnya berada di belakang parkiran motor UPI.
Pak Hamzah, atau yang biasa disebut Mas Baso, adalah
pemilik dari usaha baso BTC ini. Beliau mengatakan bahwa proses penjualan baso
BTC sudah berjalan selama 12 tahun, tetapi pemberian nama ‘BTC’ itu sendiri
baru ada sejak 3-4 tahun yang lalu. Wah, sudah agak lama juga, ya? Kereeen!
Oh, iya, kalau kalian khawatir dengan isu-isu baso
dengan boraks dan semacamnya, tenang saja! Baso BTC ini dijamin aman dari
bahan-bahan kimia seperti itu. Kenapa hayo? Karenaa…basonya dibuat sendiri oleh
penjual, tanpa ada campur tangan orang lain sama sekali. Jadi, bisa dipastikan
bahwa baso yang satu ini aman untuk dikonsumsi, gengs~
Kalian juga tidak perlu memikirkan jauh atau dekatnya
lokasi baso BTC ini, karena baso BTC ini juga punya cabang di Ledeng dan di
Gegerkalong, lho! Setiap cabangnya juga terpercaya, karena penjualannya diberi
pengawasan dengan aturan, komitmen, serta saling percaya. Jadi, baso-baso yang
ada di cabang tersebut juga bisa dipastikan aman.
Kalian mau tahu bagaimana Pak Hamzah memulai
usahanya? Nah, jadi begini. Pak Hamzah mengatakan bahwa terdapat suatu
paguyuban di mana beliau bisa meminjam modal pertama. Setelah dikasih pinjam,
nanti dikembalikan lagi untuk modal orang lain dalam berjualan. Salah satu
penyebab Pak Hamzah berjualan baso BTC ini pun karena teman-temannya juga
berjualan baso. Beliau jadi mengikuti jejak mereka. Untung saja, Pak Hamzah
memiliki keinginan untuk berjualan baso. Kalau tidak, ya baso BTC favorit
mahasiswa ini tidak akan ada, ya, kan? Hahaha J
Untuk proses pembuatannya sendiri, baso ini hanya
memerlukan bahan-bahan dasar yang sederhana. Antara lain daging sapi serta
tepung kanji. “Sederhana saja, kok. Alhamdulillah, tidak ada yang aneh-aneh,”
ujar Pak Hamzah sambil tertawa. Menurutnya, keistimewaan dari baso BTC ini juga
didukung oleh hadirnya tetelan dan ceker. Untuk kisaran harga, baso BTC ini
memiliki harga mulai dari Rp 10.000,00 sampai Rp 14.000,00.
Bagaimana, nih, gengs? Sudah mulai bepikir untuk
beli baso BTC ini? Mau beli di cabang yang mana? Ledeng? Gegerkalong? Atau
mungkin di pusatnya langsung, di jalan Negla Hilir? Silakan datangi saja
lokasinya, langsung pesan dan makan, deh! Hati-hati dengan baso ini, jangan
sampai ketagihan! (dsw/rsa)


0 komentar:
Posting Komentar